Jumat, 29 Mei 2015

TEMA DI TANGAN, TOPIK DI ANGAN. BAGAIMANA "MENANGKAPNYA"? (Dwilogi Tugas Akhir Bagian 2-Habis)

Susah Cari Topik cara mudah menentukan topik skripsi tugas akhir mahasiswa hukum hukum hakam hakim hukamim
Susah Cari Topik?
Selamat malam, Sahabat! Bagaimana kabar kalian? Sudah berhasil mendapatkan tema terbaik? Pada artikel sebelumnya berjudul "SUSAH DAPAT TEMA SKRIPSI? CEK DI SINI!" kita sudah belajar bagaimana Cara Singkat dan Cara Tepat mendapatkan tema skripsi. Masalahnya, tema itu hanya konsep dasar. Ibarat tubuh, tema itu jantung. Jantung sudah pasti membutuhkan rangka yang melindungi organ-organ dalam tubuh. Dalam skripsi, rangka adalah topik atau "judul besar." Jika diibaratkan lingkaran, tema adalah lingkaran kecil dan topik menjadi lingkaran yang lebih besar di sisi luar tema. Seperti tulisan terdahulu, bagian ini cukup sulit untuk ditemukan. Mengapa? Dan bagaimana menentukan topik dari tema yang kita peroleh? Insya Allah saya akan menjelaskannya seringan mungkin.
*
Selain Taufik Savalas (alm.), Taufik Hidayat, dan taufik hidayah, taufik alias topik skripsi menjadi "sosok" terkenal di tengah-tengah civitas academica. Selain terkait kelangsungan dan nasib gelar kesarjanaan, topik skripsi di satu sisi menjadi ajang pamer kualitas sumber daya manusia. Semakin unik suatu topik, kualitasnya semakin apik. Hal ini yang seringkali menjadi tantangan berat bagi mahasiswa tingkat akhir.

Dalam studi hukum, penelitian hukum empiris lebih banyak berkutat pada topik klasik. Jika tidak berkaitan dengan kendala penyidikan kejaksaan atas delik korupsi, mahasiswa akan mengangkat delik yang sama di lembaga kepolisian. Dalam keilmuan hukum perdata, topik paling umum adalah masalah pelaksanaan perjanjian tertentu atau kendala penanganan kredit bermasalah. Tidak mudah untuk menggeser kecenderungan topik-topik monoton kembali diangkat oleh mahasiswa tingkat akhir, baik angkatan senior (kelompok mahasiswa semester 10 ke atas) maupun angkatan junior (kelompok mahasiswa semester 7 sampai dengan 9). Perlu "pancuran inspirasi" dari para pengajar, masyarakat, dan mahasiswa itu sendiri.

Dalam artikel ini, saya mencoba fokus pada sisi mahasiswa untuk menentukan topik terbaik dari tema terbaik yang sudah mereka pilih berdasarkan Cara Singkat maupun Cara Tepat pada artikel "SUSAH DAPAT TEMA SKRIPSI? CEK DI SINI!". Bagi Sahabat yang juga sedang pusing mencari topik terbaik, tahukah kira-kira cara termudah menemukannya? Mari kita ulas!

Sejatinya, menemukan topik skripsi TIDAK SESULIT menentukan tema skripsi. Mengapa? Sudah jelas, karena tema yang menjadi dasar sudah ditentukan. Yang dibutuhkan selanjutnya untuk menentukan topik skripsi hanya dua: BUKA INDRA dan BUKA RASA.

Yang dimaksud BUKA INDRA adalah Buka Mata, Buka Telinga, Buka Suara, dan Buka Kepala. Buka Mata ditunjukkan dengan rajin-rajin membaca perkembangan zaman. Perbanyak membaca peraturan perundang-undangan, buku-buku, koran, majalah mingguan, berita berjalan (running news text), status-status media sosial, pamflet-pamflet, baliho, selabaran, dan sebagainya.

Buka Telinga dengan cara memperpeka diri dari dialog-dialog hingga keluhan-keluhan yang ada di sekitar kita. Perbanyak "menguping" dari para sopir angkutan umum, para pedagang kecil, para wirausahawan, ceramah dosen atau pakar keilmuan lainnya, hingga orasi aktifis kampus pun dengarkan. Satu kalimat dari mereka bisa saja memberi bahan kajian. Semisal, ada sopir angkutan umum mengatakan, "Jokowi itu cuma boneka. Dia jadi presiden buat dikendalikan sama Megawati lewat PDIP. Bisa apa dia, hah?!" Kira-kira, dari kalimat tersebut bisakah dijadikan topik terkait KEJAHATAN TERHADAP KEPALA NEGARA?

Buka Suara dipraktikkan dengan banyak berdiskusi, bertukar pendapat, atau bertanya pada orang-orang sekitar kita, meskipun pendidikan mereka tak lebih dari bisa membaca dan berhitung semata. Sering-seringlah berdiskusi dengan teman sejawat, dosen, atau praktisi lainnya terkait tema kita. Dengarkan curahan hati masyarakat di sekitar kita dan ukurlah pemahaman mereka tentang tema kita. Semua itu bisa menjadi bahan ulasan yang baik.

Sementara itu, Buka Kepala seara sederhana berkaitan dengan persepsi kita. Pikiran kita. Sebanyak apapun informasi yang kiita dapat dari Buka Mata, Buka Telinga, dan Buka Suara, sepanjang kepala kita masih "tertutup" (baca: bebal, sulit menerima pendapat baru), selama itu pula kita tidak akan menemukan topik terbaik. Sahabat harus sadar bahwa Buka Kepala tidak mengharuskan kita berubah prinsip. Tujuan Buka Kepala ada dua, yaitu memperbarui wawasan dan pemahaman dan/atau memperbaikinya. Jika prinsip kita telah lapuk atau tidak sesuai dengan perkembangan zaman, semisal "wanita tidak perlu sekolah tinggi karena ujungnya jadi ibu dan istri," maka Buka Kepala akan memperbaikinya dan menjadikan prinsip kita lebih dinamis, namun tetap orisinil dan jantan. Dalam hal prinsip kita sudah baik, namun realita terbaru menunjukkan perkembangan prinsip yang semakin buruk, semisal "jangan hidup lurus kalau tidak mau hangus," Buka Kepala akan menambahkan prinsip kontemporer tersebut sebagai pengetahuan saja.

Terakhir, kita bahas mengenai BUKA RASA. Yang dimaksud BUKA RASA adalah kemauan dan kemampuan hati (perasaan) kita untuk menerima kebenaran dari semua informasi yang kita peroleh. Bisa jadi Buka Kepala menunjukkan suatu informasi logis, akan tetapi tidak demikian jika dilihat dari sisi BUKA RASA. Ide Gubernur DKI Jakarta Basuki Cahaya Purnama alias Ahok untuk melakukan sertifikasi dan lokalisasi pekerja seks komersial dilihat dari logika (Buka Kepala) cukup masuk akal. Akan tetapi, dari sisi agama dan kesusilaan (BUKA RASA), bagaimana bisa negara membiarkan pelacuran menjadi profesi yang "diformalkan" lewat sertifikasi dan lokalisasi? Bagian ini-BUKA RASA-adalah titik terakhir kita untuk menyaring semua informasi yang masuk untuk kemudian dipadatkan menjadi topik.

Sebagai ilustrasi untuk mempermudah, mari kita sederhanakan dengan contoh berikut:
DODO, seperti pada artikel sebelumnya, memutuskan untuk mengangkat tema JAMINAN PEMBIAYAAN SYARIAH. Kini, dia mencoba menemukan topik yang cocok untuk penelitian hukum empirisnya mengenai JAMINAN PEMBIAYAAN SYARIAH. Dari penelusurannya, diperoleh hal-hal sebagai berikut:
  1. BUKA INDRA, Dodo menemukan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia sudah mengeluarkan Fatwa DSN-MUI No.: 68/DSN-MUI/III/2008 tentang Rahn Tasjily yang sifatnya seperti jaminan fidusia (Buka Mata). Dari seminar di kampus, ia mendapat informasi rahn tasjily bisa digunakan untuk menjamin kendaraan bermotor yang dibeli dengan cara mencicil (Buka Telinga). Hasil wawancara singkatnya dengan seorang nasabah sebuah bank syariah menunjukkan BPKB motor yang dibelinya ditahan pihak bank syariah sebagai jaminan (Buka Suara). Dalam pikirannya, ia menganggap rahn tasjily ada beberapa pembatasan yang tidak bisa disamakan dengan pelaksanaan jaminan fidusia (Buka Kepala).
  2. BUKA RASA, Dodo berpendapat bahwa jual beli yang disepakati secara mencicil logikanya tidak boleh menahan barang apapun yang terkait dengan obyek jual beli. Dengan demikian, tindakan bank syariah menahan BPKB kendaraan bermotor yang dibeli secara mencicil dengan skema murabahah bitsaman ajil tidak dapat dibenarkan.
Dari uraian ini, ada beberapa topik yang bisa diambil, yaitu:
a. KEABSAHAN PENJAMINAN BPKB DALAM RAHN TASJILY.
b. PEMBATASAN PENERAPAN RAHN TASJILY.
c. PENGECUALIAN RAHN TASJILY DIBANDINGKAN JAMINAN FIDUSIA, dan sebagainya.
Semakin banyak dan jernih sudut pandang BUKA RASA yang digunakan untuk melihat hasil BUKA INDRA, maka topik yang diperoleh akan semakin banyak.
*
Lengkap sudah! Cara menemukan tema sudah kita bahas dan saat ini teknik mendapatkan topik terbaik pun sudah kita ulas. Siap mencoba? Sebagai saran, seperti saya sarankan pada artikel "SUSAH DAPAT TEMA SKRIPSI? CEK DI SINI!", awali dan akhiri ikhtiar ini dengan do'a dan sedekah. Selain itu, siapkan minimal tiga topik yang berbeda dari setiap tema yang dimiliki. Selain itu, pastikan topik Sahabat memenuhi syarat-syarat di bawah ini:
  1. Aktual.
  2. Unik.
  3. Orisinal, minimal sangat jarang diulas.
  4. Tidak bertentangan dengan tema.
  5. Sesuai dengan ketentuan akademik kampus.
Nah, akhirnya selesai dwilogi tugas akhir. Sebenarnya masih ada soal JUDUL SKRIPSI yang juga jadi masalah tersendiri. Akan tetapi, pembahasan soal judul tugas akhir membutuhkan banyak energi dan ulasan. Insya Allah akan saya cari saat tertepat untuk membahasnya. Semoga sedikit kajian ini bermanfaat bagi kita semua. Selamat malam, selamat membangun masa depan! Sampai jumpa pada kesempatan yang akan datang!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kritik Saran Oke, Makian No Way. Mari Belajar Bersama, Mari Sukses Bersama!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...